Museum Sejarah Nasional

Museum Sejarah Nasional – Jakarta, Cerita Dibalik Perjuangan Bangsa Indonesia

Kurang lebih sembilan hari kedepan, kita semua rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke 71 tahun. Namun di usia yang semakin tua ini, justru semakin banyak penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat. Setiap tahun kita semua merayakannya, tetapi hanya sekedar meramaikannya, tak menjiwai apa arti sebenarnya dari sebuah kata kemerdekaan. Bahkan, kita hampir lupa bagaimana perjuangan para pahlawan kita dalam melepaskan belenggu dari tangan penjajah. Maka dari itu, sebaiknya kita memaknai dan memahami lebih apa arti dari sebuah perjuangan dan kemerdekaan tentunya.

Untuk itu, kita harus mengingat kembali perjuangan para pahlawan kita yang telah mati-matian membela Tanah Air demi sebuah kebebasan. Nah, di momen yang sebentar lagi hari kemerdekaan ini, mari kita mengingat kembali perjuangan para pahlawan. Banyak cara untuk mengingatnya, seperti membaca kembali buku-buku bersejarah, hingga mengunjungi museum. Jika kamu lebih tertarik datang ke museum untuk mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan kita. Berikut salah satu museum yang menyimpan berbagai peristiwa bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdakaan.

Museum Sejarah Nasional

Museum Sejarah Nasional

Mungkin banyak yang tidak tahu tentang museum yang satu ini. Lantaran Museum Sejarah Nasional (MSN) ini terletak di bagian cawan Tugu Monumen Nasional (Monas). Museum yang lebih dikenal dengan nama Museum Monas ini berukuran 80 m x 80 m, dan berjarak tiga meter di bawah permukaan halaman tugu. Dinding dan lantai museum ini dilapisi batu marmer.

Di dalam ruangan tersebut, terdapat 51 jendela peragaan atau diorama yang mengabadikan berbagai peristiwa sejarah bangsa Indonesia dari sejak aman kehidupan nenek moyang, perjuangan para pahlawan, dan mencapai kedaulatan, hingga masa pembangunan di era Orde Baru.

Museum Sejarah Nasional

Di bagian lain dari Museum Sejarah Nasional, terdapat satu ruangan yang dinamakan Ruang Kemerdekaan. Dimana ruangan ini berbentuk amfiteater, yang didalamnya terdapat empat atribut kemerdekaan Republik Indonesia, yakni Bendera Sang Saka Merah Putih, Peta Kepulauan Negara Republik Indonesia, Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisikan Teks Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Museum Sejarah Nasional

Untuk mengunjungi museum ini, kamu hanya cukup membayar sebesar Rp 5.000 untuk ukuran dewasa, sedangkan untuk kalangan mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp 3.000, sementara itu untuk kalangan anak-anak ataupun pelajar sebesar Rp 2.000. Mengenai jam operasionalnya, museum ini dibuka mulai dari pukul 08.00 hingga 15.00, dan buka setiap hari, termasuk hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur.

Mari, kita sebagai rakyat Indonesia mengingat kembali bagaimana kerasnya perjuangan para pahlawan kita terdahulu untuk mengusir para penjajah yang semena-mena, menginjak-injak harga diri Tanah Air. Di momen ini, kita mulai perubahan untuk menuju Bangsa Indonesia yang lebih baik lagi. Perubahan dimulai dari diri kita sendiri. Kita juga harus tetap bersatu, jangan mudah terpancing akan hal-hal diluar sana yang dengan sengaja memecah belah persatuan kita. Semangat 45!!!